Resensi : Isabella

Resensi

Isabella

Pengarang : Maulana Muhammad Saeed Dehlvi
Penerbit : Navila
Tebal Buku : 358 halaman
Cetakan : Maret 2009
Penerjemah : Margono

Seorang gadis kecil berumur 17 tahun yang sangat tertarik pada pokok pembicaraan mengenai ketuhanan, dialah Isabella anak seorang kepala pendeta Kristen dikordova. Lahir sebagai seorang Kristen di keluarga Kristen yang fanatic, Isabella tumbuh dengan pribadi yang taat. Ayahnyapun bermaksud menjadikan dia seperti maria. Dimana nantinya dia tidak dijodohkan dengan pria manapun dan tidak pula dinikahkan, tetapi dibentuk menjadi seorang wanita yang taat pada ajaran Kristen, yang mempertaruhkan hidupnya hanya untuk melayani tuhan dan membantu kesusahan orang lain.
Meski begitu rasa keingintahuan Isabella yang begitu kuat terus menumbuhkan rasa ingin tahu terhadap masalah ketuhanan. Bermula pada suatu hari dimana secara tidak sengaja ia mendengar pembicaraan dua orang muslim yaitu Umar lahmi dan Muaz tentang masalah ketuhanan membawanya pada suatu keyakinan ndan hakikat diri untuk menjadi muslimah. Perjalan menjadi seorang muslimah tidak dilalui dengan mudah oleh Isabella, banyak tekanan dari banyak pihak, baik dari kalangan keluarga, kalangan gereja dari ayahnya yang notabenya seorang kepala pendeta Kristen, gurunya dan banyak lagi orang Kristen yang ingin membunuhnya ketika dia masuk islam.
Tetapi meskipun begitu tekanan yang begitu berat sungguh tidak pernah menyurutkan imannya dan taqwanya kepada Allah, dan sesungguhnya Allah telah meninggikan derajatnya dari seorang gadis Kristen yang fanatic menjadi seorang muslimah yang beriman dan menyerahkan hidup dan matinya untuk beribadah kepada Allah SWT.

Kelebihan
Novel yang cukup imajinatif, penuh perjuangan , dan mengajarkan kita tentang semangat seseorang yang tidak mudah putus asa. Serta mengajarkan kita untuk bagaimana harus bertahan hidup untuk mencari sebuah kebenaran dan keyakianan dalam dirinya , meskipun harus bersusah payah hidup dalam sebuah tekanan dan ancaman. Sangat cocok dibaca untuk seseorang yang tumbuh dalm dirinya rasa ingin tahu untuk mencari suatu kebenaran.

Kekurangan
Bahasa yang kurang mudah untuk dipahami yang terbentuk pada banyak kalimat. Novel yang mengambil topic tentang agama mungkin hanya mempunya pangsa pasar pada orang-orang yang beragama terkait. Unsur perbandingan agama pada novel ini mungkin menimbulkan banyak persepsi dan banyak pandangan, paham – paham jelas akan sangat beraneka ragam, sikap pro-kontra pada novel ini tentu akan sangat banyak terlihat ketika dibuka forum diskusi.

Cahaya Santika Taqwa

2EB11

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: